Saturday, May 2, 2009

The Great Sin by C.S Lewis

According to a Christian teacher, the essential vice, the most evil, is Pride. Unchastity, anger, greed, drunkenness, and all that, are that, are mere flea-bites in comparison. It was through Pride that the devil became the devil: Pride leads to every other vice : it is
the complete anti- God state of mind. Does this seems to you exaggerate? If so, think it over. I pointed out a moment ago that the more pride one had, the more one disliked pride in others. In fact, If you want to find out how proud you are the easiest way is to ask yourself, " How much do I dislike it when other people snub me, or refuse to take any notice of me, or shove their oar in, or patronise me, or show off ? The point is that each person's pride is in competition with every one else's pride. It is because
I wanted be the big noise at the party that I am so annoyed at someone else being the big noise. Two of the trade never agree.
Now what you want to get clear is that Pride is essentially competitive is competitive only, so to speak, by accident. Pride gets no
pleasure out of having something, only out of having more of it than the next man. We say that people are proud of being rich, or clever, or good looking, but they are not. They are proud of being richer,or cleverer, or better looking than others. If everyone else become equally rich, or clever, or good-looking there would be nothing to be proud about. It is the comparison that makes you
proud : the pleasure of being above the rest. Once the element of competition has gone, pride has gone. That is why I say that Pride is essentially competitive in a way the other vices are not. The sexual impulse may drive two man into competition if they both want the same girl. But that is only by accident; they might just as likely have wanted two different girls. But a proud man will take your girl from you, not because he wants her, but just to prove to himself that he is better man than you. Greed may drive man into competition if there is not enough to go round; but the proud man, even when he has got more than he can possibly want, will try to get still more just to assert his power. Nearly all those evils in the world which people put down to greed or selfishness are really far more the result of Pride

To be continued.....

Tuesday, March 17, 2009

blessed are those who have not seen and yet have believed

A young adult was struggling with his faith. After growing up in a home where he was loved and nurtured in a godly way, he allowed bad decisions and circumstances to turn him away from the Lord. Although as a child he had claimed to know Jesus, he now struggled with unbelief.

One day while talking to him I said, “I know that you walked with the Lord for a long time, but right now you’re not so sure about Jesus and faith. Can I suggest to you that you are in the ‘Thomas Time’ of your life?”

He knew that Thomas was one of Jesus’ 12 apostles and that he had trusted Christ openly for several years. I reminded this young man that after Jesus’ death Thomas doubted that He had really risen from the tomb. But after 8 days the Lord appeared to Thomas, showed him His scars, and told him to stop doubting and believe. Finally ready to abandon his doubts, Thomas said, “My Lord and my God!” (John 20:24-28).

I told this young man, “Jesus patiently waited, and Thomas came back. I think you will too. I’m praying that someday you will again say to Jesus, ‘My Lord and my God!’?”

Could you be in a “Thomas Time”—finding it hard to feel close to Jesus, perhaps even doubting Him? Jesus is waiting for you. Reach out for His nail-scarred hand. — Dave Branon

There can be times when our minds are in doubt,
Times when we ask what our faith is about;
But we can believe Him, we know that He cares—
Our God is real, as the Bible declares. —Fitzhugh


Huaaa renungan ini kena banget k aku blakangan dah hopeless rasanya gak tau kenapa.
Seperti susah banget untuk jd dewasa. Truss kadang aku dah capek melihat kenyataan
dan susah untuk percaya akanjanji2 Tuhan and tetep setia mengikuti pimpinan Tuhan
Tp melalui renungan hr ini aku d ingatkan kembali untuk selalu percaya sm Tuhan meskipun
qt blon melihat. Memang susah banget namanya percaya sm sesuatu yang tidak kelihatan atau pun blon kliatan.

Thursday, March 12, 2009

Hii all

Ada satu renungan yg aq baca sebelumnya,
Ada seorang gadis kecil yg sangat suka menari, dia bercita cita jadi seorang penari terkenal kelas dunia. dia berlatih dengan keras, dan pada suatu hari ia membuat janji dengan seorang pelatih tari handal untuk menunjukan tariannya dan berharap kalau orang tersebut bisa membantunya menjadi penari terkenal. Setelah 5 menit ia menari, ia melihat bahwa pelatih itu pergi meninggalkan tempat duduknya dan gadis itu menjadi kecewa lalu pulang ke rumah dan kesal. Sejak saat itu ia tidak melanjutkan impiannya dan hanya menjadi ibu rumah tangga. 15 tahun kemudian, ia pergi menonton konser tari. Saat itu ia bertemu lagi dengan pelatih tari yang dulu, pelatih tersebut masih mengenali dia. Dengan curiga ibu itu bertanya, 'pak, mengapa dulu saat saya menari 5 menit anda langsung meninggalkan ruangan tanpa berkata apa-apa ataupun menunggu sampai saya menyelesaikan tarian saya, apakah tarian saya begitu jeleknya sampai tidak layak anda tonton?"
Pelatih tersebut menjawab:
"Jujur itu adalah tarian terindah yang pernah saya lihat, saya hanya letih karena baru menyelesikan beberapa rapat hari itu, saya keluar sebentar untuk mengambil kartu nama saya dan ingin memberikannya kepadamu, tapi setelah saya kembali kau sudah menghilang, jadi bagaimana kabarmu sekarang apakah kamu melanjutkan dalam bidang tarian? "
...... jawaban bisa ditebak

dari sini mari kita belajar untuk tidak cepat tersinggung dengan apa yang menjadi respon orang lain terhadap apa yg menjadi passion kita. Terus berusaha dan maju, pasti suatu saat akan berbuah hasil.
Tuhan mau kita berusaha, bukan hanya berdoa. dan ingat apapun yang kita lakukan biarlah semuanya demi kemuliaan Tuhan. Talenta dan kemampuan yang Tuhan berikan hendaknya dipergunakan dengan semaksimal mungkin karena Dia menciptakan kita unik.

God bless ^^

Saturday, February 14, 2009

Happy Valentine

Menyambut Hari Valentine
Mengingat Keabadian Kasih
Oleh Martina Susanti

Setiap kali merayakan hari kasih sayang sedunia yang dikenal sebagai Valentine’s Day, kita kembali disadarkan bahwa dunia ini membutuhkan kasih sayang, dunia ini membutuhkan cinta kasih sejati, yang akhir-akhir ini cenderung semakin hilang. Sebab, dunia yang kita huni sekarang ini sudah dipenuhi dengan dosa, kebencian dan permusuhan antarberbagai kelompok etnik dan bangsa. Sekalipun para pemimpin bangsa telah mengerahkan segenap tenaga dan upaya, virus mematikan yang namanya kebencian terus saja beranak pinak.
Siklus kebencian terus saja berputar makin cepat dan kuat, didorong oleh kurangnya pengetahuan, fanatisme dan propaganda yang tidak bertanggung jawab.
Para pemimpin bangsa, sudah berupaya mencari solusi terbaik atas fenomena kebencian dan permusuhan, namun masih terjebak dengan cara-cara dunia yang serba rasional.
Padahal, sebenarnya sudah tersedia solusi-solusi yang baru, inovatif, serta terampuh untuk menyelesaikan berbagai pertikaian yang berkecamuk. Solusi itu sudah ada di depan mata, kita tinggal mencomot dan mengadopsinya.
Mahatma Gandhi, seorang tokoh di India yang sangat terkenal dengan ajaran ahimsa (tidak menggunakan kekerasan), tampaknya sudah menggunakan rumusan tersebut. Meski berbeda agama dan ideologi, Gandhi toh belajar banyak dari figur sang profesor ”Kasih”, yakni Yesus.
Gandhi banyak mempelajari kehidupan dan ajaran Yesus, melalui ajarannya yang terkenal ”Khotbah di Bukit” dan kemudian mencoba merefleksikan dalam realitas keseharian.
Fenomena ini membuktikan, bahwa kekuatan ajaran kasih sudah melintas batas agama, ras, suku, dan golongan serta bersifat universal. Banyak buku yang kemudian mengulas, bahwa ajaran ahimsa sebenarnya bertolak dari ajaran kasih, yang merupakan ajaran tertinggi yang sifatnya universal.
Membalikkan suasana
Dalam kotbah fenomenal yang dikenal sebagai ajaran ”Khotbah di Bukit” itu, Yesus menghimbau para pendengarnya untuk tunduk kepada cara-cara Allah. Dalam uraiannya, Yesus mengeluarkan statement yang luar biasa: ”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5: 44).
Anjuran itu bukan hanya merupakan solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah kebencian dan prasangka, melainkan juga satu-satunya solusi yang sangat praktis. Meski demikian, ada sementara golongan yang menentangnya. Golongan skeptis misalnya menganggap gagasan mengasihi sebagai sesuatu yang terlalu muluk dan tidak praktis. Ajaran semacam ini tidak aplikabel dan sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, jika kita mau berpikir jernih, maka logikanya adalah apabila orang-orang bisa belajar membenci –-karena terus-menerus diprovokasi dan diagitasi dengan ajaran kebencian setiap hari-- maka bukankah masuk akal untuk berasumsi bahwa mereka juga bisa belajar untuk tidak membeci alias mengasihi. Suasana semacam ini harus terus dikondisikan dan didengungkan setiap hari, sehingga terjadi internalisasi nilai-nilai kasih dalam kehidupan seseorang. Intinya adalah ajaran kasih mesti dipraktikkan, bukan hanya sekadar teori di atas kertas. Kita-kita harus menjadi praktisi ajaran kasih yang melampaui segala batas-batas dan sekat-sekat yang diciptakan manusia itu sendiri. Kita harus membalikkan suasana dari dunia yang penuh taburan kebencian, menjadi dunia yang luber bahkan banjir dengan aliran-aliran ”air bah” kasih.
Untuk itu, yang pertama kali harus dipahami adalah arti kasih itu sendiri. Istilah Yunani yang dipergunakan dalam Matius 5: 44 berasal dari kata agape. Kata ini mengandung makna kasih yang dibimbing dan dikendalikan oleh prinsip illahi.
Kasih tersebut tidak selalu harus disertai kasih sayang yang sangat hangat.
Karena dibimbing oleh prinsip-prinsip yang adil dan benar, kasih demikian akan menggerakkan orang untuk berupaya memperhatikan kepentingan orang lain, tanpa mempersoalkan bagaimana kelakuan mereka, bagaimana latar belakang mereka serta sederetan alasan untuk tidak mengasihi lainnya.
Dengan demikian, kasih agape dapat mengalahkan permusuhan pribadi maupun golongan. Ketika Yesus menghadapi prajurit-prajurit Roma yang memantek dan menyalibkannya, ia mempertunjukkan kasih seperti itu dengan tidak mengecam mereka, namun justru mendoakan, yakni: Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan (Lukas 23: 34).
Memang untuk mengubah suasana kebencian seketika, tidaklah mudah. Namun, ada banyak pribadi-peibadi yang sudah belajar kasih agape ”Allah” dan berubah menjadi pribadi yang hangat, dan penuh kasih.
Sebut di antaranya Ibu Theresa di Calcuta India, serta pahlawan-pahlawan kasih lainnya. Mereka adalah sosok-sosok pribadi yang lugu, sederhana, tanpa pamrih, yang jauh dari publisitas, namun memiliki kasih yang sempurna itu.
Mengapa dunia penuh dengan kebencian dan sumpah serapah? Menurut Alkitab, penyebab utama kebencian di antaranya adalah berasal dari adanya hawa nafsu.
Kitab Yakobus 4: 1 dengan jernih menjelaskan alasannya: ”Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?” Ya, semua bentuk kebencian berakar dari munculnya hawa nafsu yang dituruti keinginannya.
Hawa nafsu manusialah yang sering membuat munculnya virus kebencian, karena terus-menerus dipelihara oleh yang bersangkutan. Oleh sebab itu, kasih agape adalah suasana batin yang menyembuhkan hawa nafsu yang tumbuh dalam hati dan pikiran kita.

Jalan keluar
Bagaimanapun juga, kebencian yang menjadi akar segala kejahatan, harus segera diakhiri. Kasih agape, menutup segala akar kebencian itu.
Meskipun demikian, tidak ada salahnya apabila orang-orang belajar untuk mempraktikkan kasih agape ini secara perlahan, sedemikian rupa sehingga nantinya segala macam bentuk kebencian tidak akan mendapatkan tempat lagi, khususnya di bumi Indonesia ini.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu direnungkan sehubungan dengan perayaan dan peringatan hari Valentine sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2004 ini.
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, di antaranya: Pertama, kita semua harus belajar mengendalikan diri serta memangkas hasrat-hasrat yang mementingkan diri sendiri. Kedua, menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi (diri sendiri) adalah cara lain untuk memadamkan konflik yang tidak perlu terjadi.
Ketiga, berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati. Keempat, dengan rendah hati menganggap orang lain lebih penting (tinggi) dibandingkan dengan diri kita sendiri.
Dan kelima, selagi ada waktu dan kesempatan, marilah berbuat baik bagi semua orang, tanpa ada batas dan sekat primordial dan sekat-sekat duniawi lainnya.
Semua itu, adalah dalam rangka menuju kasih agape yang diajarkan secara langsung melalui kehidupan Yesus. Belajar dari keteladanan kehidupan Yesus ”sang profesor kasih”, merupakan sesuatu yang sangat pas.
Nah, di sinilah makna peringatan Valentine’s Day menjadi sempurna. Percuma hari Valentine diperingati setiap tahun, tanpa membawa perubahan yang berarti terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Valentine’s Day harus bermakna, dan hari itu berarti momentum untuk menabur kasih dan kepedulian bagi kehidupan sesama.
Valentine berarti berakhirnya rasa saling benci di antara anak bangsa. Valentine’s Day harus segera mengakhiri berbagai konflik yang terjadi di negeri ini, dan juga di belahan bumi lainnya.

Sunday, February 1, 2009

waktu vs kemauan

hallo semua, dah lama nih.

Mau sharing aja, tadi pas denger Audrie ngomong 'namanya juga kalo ada kemauan pasti ada waktu, pasti coba luangin waktu'
Sering banget qt bikin alasan, ah nanti aja deh renungannya ato nolongin temen ato olah raga atau belajar bt nambah ilmu yg laen dengan alasan blm ada waktu. memang kadang ada benernya tapi kebanyakan itu karena kemauan kita kurang kuat.
Ma kasih Audrie buat ngingetin lagi tentang hal itu ^^

Met hari minggu. Gbu

Saturday, January 3, 2009

love

Everyone that ever lived in this world, that able to think had passed through one exactly the same question; what is the meaning of Love?

No one has ever satisfied to describe what does Love means, what’s wrong with the word? How can those billions of people deceived by that one word with one syllabus.

Lost without understanding. Deceived. Tricked. Still at the end of their life realized that all they need is love. Do we need to understand it then?



I love my family.

I love my job.

I love my husband/ wife.

I love to sing.

So? What’s the meaning of love then.



In the eyes of love the wise looks silly.

The rich looks dispossessed. The old look childish.

The great looks nothing.

Yet,

A slave can be seen as the king.

A beggar seen as an angel.

A little kid seen as the richest, the wisest of all.

So? Love seeks from within, neither the look, nor the ownership.



Love is the will to extend one’s self for the purpose of nurturing one’s own or another’s spiritual growth. As described by M.Scott Peck.

I can’t agree more to this.

If you love your kids, you won’t give everything they want. You give them according what is good for them. Good doesn’t mean good in one personal account but more to the right thing. You give selectively.

When you love yourself, you won’t accept everything that other people say about you. You accept it selectively, according to what’s the right thing for you to hear.

When you say, love is always a sacrifice. Then it must be a selective one.



Love is greater than any other thing exist. Everyone needs that to be fully living, even one denies it.

Sometimes, with the presence of love

One feels happy

One feels sad

What’s the real form of love? Is that a power, energy or just a feeling?

Or it’s everything, the life itself?

Angry love, sad love, laugh love, disappointed love?



May a real loving person do all their life with love.

So, do you understand what life means?



*withlove, 3jan08

Thursday, January 1, 2009

Tahun baru 2009

"Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah demi pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna"

(Roma 12:1-2)

Di tahun yang baru ini, mari kita berdoa supaya terus diperbaharui dan lebih mengerti kehendak Allah dan yang benar, yang terbaik dan yang sempurna. Dan yang terlebih lagi, setelah tau kita lebih berani menjalankannya. Itu sih pesan yang kudapetin akhir2 ini.
bagaimana dengan kalian ?

Selamat tahun baru ! enjoy d holiday ^^