Friday, December 12, 2008

Ujilah dirimu!

Hari ini gw lagi merenung ttg suatu hal:

2 Kor 13:5
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika demikian, kamu tidak tahan uji.

Re-examine ourself daily,
Saat ini gw lagi berfikir apa gw berani menguji diri sendiri dan jujur sama hasilnya, apa gw berani diuji orang lain lewat perbuatan gw. Apa gw berani diuji sm 'Yang Diatas' tentang iman gw, tentang kasih gw kepada Allah dan kepada sesama.
Yah, banyak hal yang gw masih belom mengerti di dunia ini, apa gw berani terima kalo ternyata pemahaman yg selama ini gw pegang salah dan mulai dari awal menerima sesuatu yg baru (kalo itu ternyata mmg yg benar) dan merubah segala sesuatu yg bergantung pada pemahaman yang lama. Pasti sulit yah. pasti sakit.
Well, gw mesti berani - buka segala kemungkinan - dengan begitu gw ga bias dalam menilai sesuatu. Karena gw yakin, Tuhan ga mau iman kita buta.
Tuhan mau kita buka mata selebar lebarnya dan tetap memilih Dia, dengan begitu kita mempergunakan hakikat 'free will' yang memang suatu privilege yang udh di design untuk manusia.
Dan satu hal yang gw percaya, kalo kebenaran bisa membela dirinya sendiri, karena memang ya dia udh benar.
Kalo kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat kita, dan kita rindu mengenal dia lebih lagi, kita akan dibawa terus naik dan bukan turun (dalam mengenal kebenaran) meskipun sekarang kt masih jauh dari sempurna.

Bukannya maksud gw ngejar kesempurnaan gmn, karena sempurna itu relatif, maksudnya jadi full seperti yg Tuhan mau, yang tak bercacat. wah bayangin itu aja udh susah banget. tapi memang tuntutan kita jadi serupa seperti Kristus kan?
mikirin itu lagi, jadi kepikiran satu quote:
" in unperfectness, the perfectness shows "
ditengah2 ketidak sempurnaan manusia, dangan segala cacat celanya,
saat itulah kasih Allah yang sempurna teruji dan nyata. Kasih yang tak bersyarat, hummph ... makin dipikir makin kagum.

Mazmur 26:2
Ujilah aku, ya Tuhan, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Hummph, kedengerannya sih serem yah, tapi mungkin ini saatnya kita berani melangkah.
Challenge ourself to be better day by day.
To move on from our level.
Untuk belajar mengerti bersama, bertumbuh bersama, belajar untuk tidak gampang menghakimi saudara kita tapi bersama-sama menanggung beban, menasihati dan mengasihi...tanpa syarat.

Sudahkah kita berani berkata, 'Ujilah aku'

Tuhan memberkati.

1 comment:

ren.ai said...

hehehe... jd inget lagu tetap setia.... ^^